terkadang mudah mengucapkannya tapi terasa berat, ya mungkin aku belum memiliki perasaan ikhlas secara menyeluruh
perasaan sabar yang selama ini ku tahan atas ketidaknyamanan ku masih bisa ku tahan tapi netah semua terasa meledak, "bowwwmmmm"
pengen rasanya bilang langsung tapii terkadang aku juga berfikir perasaan mereka, bagaimana membuat mereka sadar klo kita tidak nyaman? harus tetap diam?
ketika hati ini terasa lelah. aku cape terus mengalah, membiarkan ID ku terkekang dengan ego yang sedikit menahan sehingga ID ku tak begitu saja lepas sesuai keinginannya saat itu, super ego ku pun berbicara, ga baik kaya gitu, ya sudah.. ID ku mengalah.. tapi entah sampai kapan membiarkan ID ku tertahan? ada perasaan kecewa, marah, karena tak bisa tersalurkan.. arrggghh hiduppp... *** pelajaran psikoper jum'at lalu** andai aku tetap menjadi seorang psikolog, ah entahlah.. aku juga masih bisa tanpa gelar itu :)
aku kecewa dengan sikapmu , apa salah? bagaimana jika kamu dalam posisiku ? dengan diberi sikap yang seperti itu? aku udah berulang kali kecewa, salah kalau aku sedikit menjaga jarak? * bbukan membenci* hanya membiarkan ID ku tidak berkeliaran , takut kecewa lagi....
ya benar,,, tak selayaknya kita terlalu banyak berharap atas apa yang terjadi di dunia ini... tak seharusnya kita terlalu berharap semua hari kan secerah mentari ... harusnya kita banyak berharap kepada Alloh yang Maha Pengasih yang telah memberikan banyak kenikmatan hingga kita masih bisa bernafa hari ini...
ya... akan ku biarkan ID ku ini terjaga dengan perasaan ikhlas, walau tak mudah.. aku butuh ketenangan, tanpa membuat ID ku tersiksa
satu kunci, IKHLAS :)
--------------------------------------mbeee-------------------------------------------------------------------
dimana kaki berpijak, disitu cerita terukir, canda tawa tangis haru menghiasi langit kehidupan, apa yg dilihat,disentuh, dirasakan akan manjadi bumbu indah dalam kehidupan yg bs kita bagi disaat kita merindukannya
Jumat, 08 April 2011
Jumat, 11 Februari 2011
Berharap
aku lelah berharap
merangkai bintang yg tak mungkin ku genggam
aku lelah berlari
ujung jalan yg tak ada habisnya
perputaran roda waktu terasa menyayat
melukis asa diatas air
ku tw itu hanya angan
akan lepas bebas, terbang bersama sang waktu
tak ingin ku berharap, aku takut sakit!
menggenggam asa hanya angin..
ya tangan ku kini kosong!
-mbee_
merangkai bintang yg tak mungkin ku genggam
aku lelah berlari
ujung jalan yg tak ada habisnya
perputaran roda waktu terasa menyayat
melukis asa diatas air
ku tw itu hanya angan
akan lepas bebas, terbang bersama sang waktu
tak ingin ku berharap, aku takut sakit!
menggenggam asa hanya angin..
ya tangan ku kini kosong!
-mbee_
Jumat, 04 Februari 2011
Tak Mampu
aku dan kesendirian malam
beradu menentang sang waktu yg terus berputar
ya entah sampai kapan aku mampu bertahan
sang waktu akan menjawab
namun terasa berat aku menanti
fajar terbit yg sulit kuterima
jalan takdir sudah tergurat
namun hati ku masih pilu
sejuta mimpi berhamburan bagai anai"
lepas bebas ke angkasa
yg tersisa aku dan genggaman hampaku
Alloh,jalan ini begitu berliku
melangkah sendiri mgkn kah ku sanggup?
tak sanggup tanpa jejak bayangku
beradu menentang sang waktu yg terus berputar
ya entah sampai kapan aku mampu bertahan
sang waktu akan menjawab
namun terasa berat aku menanti
fajar terbit yg sulit kuterima
jalan takdir sudah tergurat
namun hati ku masih pilu
sejuta mimpi berhamburan bagai anai"
lepas bebas ke angkasa
yg tersisa aku dan genggaman hampaku
Alloh,jalan ini begitu berliku
melangkah sendiri mgkn kah ku sanggup?
tak sanggup tanpa jejak bayangku
Pertemuan Dua Hati
Penulis : Nh. Dini
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : keempat belas, Desember 2009
Bu Suci adalah seorang guru SD. Hampir 10 th mengajar di Purwodadi. Dia tinggal bersama suami, 3 orang anaknya dan uwaknya. Suaminya bekerja sebagai montir di sebuah perusahaan di kotanya. Beberapa bulan lalu suaminya pindah ke Semarang, tepatnya di daerah Mrican. Kota Semarang sebagai pelabuhan yang merupakan pintu gerbang bagi perubahan.Di lingkungan rumah Bu Suci berpenghuni dari golongan campuran masyarakat dengan keadaan lingkungan rumah-rumah yang berhimpitan.
Saat masuk ke sekolah baru di Semarang, ia menemani anak-anaknya ke sekolah. Dia juga memperkenalkan diri kepada Kepala Sekolah. Sebagai orang tua murid juga sebagai guru yang menunggu pengangkatan. Kepala Sekolah pun memberi penawaran untuk mengajar di sekolah tersebut untuk menggantikan guru yang kecelakaan.
Anak keduanya sakit panas, batuk dan selesma. Bu Suci membawanya ke dokter umum.Setelah beberapa hari, kulitnya di tumbuhi bintik-bintik merah dan terasa gatal. Setelah beberapa hari batuk, selesma dan bintik-bintik itu hilang kini anaknya tersebut merasa sakit kepala. Bu Suci membawanya ke dokter perusahaan. Dokter memberinya obat dan menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit. Setelah lima hari, anak tersebut sehat dan bisa masuk sekolah lagi.
Hari pertama Bu Suci memperkenalkan diri kepada murid-muridnya dan mengabsen kehadiran muridnya. Hari itu ada 3 anak yang tidak hadir, salah satunya adalah Waskito. Setelah empat hari mengajar, Waskito belum juga masuk. Bu Suci menanyakan kepada murid-muridnya tentang ketidak hadiran Waskito. Namun daseri murid-muridnya, dia mengetahui bahwa teman-temannya tidak menyukai Waskito. Menurut guru-guru yang pernah mengajar kelas tersebut, mereka menganggap Waskito sebagai murid yang sukar. Sasaran pertama kemarahan Waskito yaitu Raharjo, Marno dan Denok. Hal ini disebabkan kecemburuan sosial karena Waskito iri kepada mereka yang kerap kali diantar oleh Ayah masing-masing ke sekolah sedangkan dia hanya diantar oleh supir.
Bu Suci mengirim surat kepada Nenek Waksito. Sore hari yang telah ditentukan, Bu Suci mengunjungi rumah Nenek Waksito. Dari Neneknya dia memperoleh banyak informasi tentang Waksito. Bahwa Waksito pernah dipukul oleh ayahnya karena dia membolos. Ayahnya sudah tidak tahu lagi cara apa yang harus dipergunakan untuk menghadapi kenakalan anaknya. Selama berada dirumah orangtuanya dia tidak pernah ditegur, diberi tahu mana yang baik dan buruk. Jika melakukan kesalahan, Waskito selalu dibela oleh ibunya. Waskito menjadi korban dari sikap orangtuanya yang tidak mengajarkan bagaimana hidup bermasyarakat dan bertanggung jawab. Dia tumbuh dilingkungan dengan orangtua yang tidak memberikan waktu sedikitpun buatnya, kemarahan atau ketenangan hatinya didorong oleh hati yang kekurangan perhatian dari lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Kemarahan dan ketenangannya didorong oleh hati yang kekurangan perhatian dari keluarganya. Neneknya menjelaskan hal ini merupakan kesalahan suaminya dalam mendidik ayah Waskito yang menjadikannya pandai tetapi sukar bergaul dan kaku dan dalam bergaul hanya boleh dengan yang sederajat. Tetapi selama tinggal 1,5 th dirumah Neneknya, Waskito bersikap manis, sopan, sering mengerjakan tugas rumah, masuk sekolah secara teratur. Hasilnya Waskito menjadi murid yang normal. Rapotnya menunjukan kemajuan. Namun, orang tuanya mengambilnya kembali. Hal itu terjadi karena pengaduan dari pembantu orangtuanya yang memberitakan bahwa Waskito di paksa kerja keras oleh kakek neneknya
Suami Bu Suci menyampaikan kertas-kertas hasil pemeriksaan kesehatan keluarganya. Menurut dokter perusahaan anak keduanya harus dibawa ke dokter syaraf/neurolog. Berhari-hari Bu Suci dan anaknya mondar-mandir rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan anaknya. Hasilnya, ternyata anaknya menderita penyakit ayan/ sawan/ epilepsi.
Bu Suci mengunjungi Nenek Waskito untuk kedua kalinya. Neneknya menceritakan bahwa kini Waskito tinggal bersama Budenya. Disana Waskiti belajar bagaimana bertanggung jawab, tenggang rasa, dan bersosialisasi.
Suatu hari sekolah melaksanakan pelajaran turun ke lapangan. Guru-guru dan murid-murid mengunjungi pabrik makanan. Terlihat, Waskito aktif bertanya tentang mesin pembuat makanan. Lalu, Bu Suci membentuk kelompok-kelompok di kelasnya. Setiap kelompok diberi tugas untuk membuat bejana berhubungan. Ternyata hasil karya kelompok Waskito yang paling sempurna.Bu Suci memberikan tugas kelompok membuat kebun binatang.Karya kelompok Waskito yang paling bagus. Selama tiga bulan keadaan tenang. Waskito tidak membuat onar.
Pada waktu istirahat Waskito mengamuk karena ejekan dari teman-temannya. Guru-guru mengusulkan agar Waskito dikeluarkan dari sekolah. Bu Suci mempertahankan muridnya tersebut. Dia meminta waktu satu bulan kepada sekolah. Kepala Sekolah pun mengabulkan permintaannya. Sejak kejadian itu, pada waktu istirahat Bu Suci lebih sering berada dikelas. Bu Suci pun sering mengobrol dengan Waskito. Bu Suci merasa lebih dekat dengan muridnya tersebut.
Pada raport berikutnya berisi angka-angka normal. Waskito tidak pernah mengacau seperti yang dilakukannya tempo hari. Bu suci pun menepati janjinya, Waskito ikut memancing sepuas hatinya di Purwodadi bersama keluarga Bu Suci. Pada akhir tahun pelajaran, Waskito naik kelas. Budenya datang ke sekolah berterima kasih kepada Kepala Sekolah, guru-guru terutama kepada Bu Suci. Atas keuletannya, Waskito menjadi murid yangt lebih dari biasa.
Minggu, 30 Januari 2011
Fatamorgana
Aku tertegun dengan fatamorgana ini
ya,, semua terasa indah
aku ingin teriak!
menumpahkan luapan emosi yg ku pendam
realita yang pahit, aku takut kamu sakit!
pergi! pergi! menjauhlah!
aku tau, asa kita terikat satu
dan aku tau, benteng itu takkan kita lalui
aku akan berjalan
beriring meninggalkanmu, ya pergi dari mimpi kita
berlari ke ujung waktu hingga kau tenggelam bersamanya
-mbee-
ya,, semua terasa indah
aku ingin teriak!
menumpahkan luapan emosi yg ku pendam
realita yang pahit, aku takut kamu sakit!
pergi! pergi! menjauhlah!
aku tau, asa kita terikat satu
dan aku tau, benteng itu takkan kita lalui
aku akan berjalan
beriring meninggalkanmu, ya pergi dari mimpi kita
berlari ke ujung waktu hingga kau tenggelam bersamanya
-mbee-
titik horizon
Titik Horizon
hingga titik horizon ku menanti
menanti satu dirimu
berjuta cinta datang, takkan sanggup gantikan mu
kini kau hadir,
tapi ku ingin kau pergi
pergi...ku tak ingin kau terluka!
andai kau tahu, benteng itu terlalu tinggi
aku tak sanggup menggapaimu
berjuta asa terukir dalam air
semua menyakitkan!
yang ku tahu kita satu
namun kini kuterikat
berhenti...! jangan mendekat!
ku tak ingin kau terluka
ku hanya ingin kau tahu,
akan ku ukir namaamu bersama sang waktu..
terpetik bait lagu yg populer oleh Ari Lasso
" segala perbedaan itu, membuatmu jauh dariku, biarlah sang waktu menjaga cintamu"
hingga titik horizon ku menanti
menanti satu dirimu
berjuta cinta datang, takkan sanggup gantikan mu
kini kau hadir,
tapi ku ingin kau pergi
pergi...ku tak ingin kau terluka!
andai kau tahu, benteng itu terlalu tinggi
aku tak sanggup menggapaimu
berjuta asa terukir dalam air
semua menyakitkan!
yang ku tahu kita satu
namun kini kuterikat
berhenti...! jangan mendekat!
ku tak ingin kau terluka
ku hanya ingin kau tahu,
akan ku ukir namaamu bersama sang waktu..
terpetik bait lagu yg populer oleh Ari Lasso
" segala perbedaan itu, membuatmu jauh dariku, biarlah sang waktu menjaga cintamu"
Sabtu, 29 Januari 2011
Memancing Ikan
hari ini ada wejangan yg cukup unik ma ngena' jg sih,,bagi aku wejangan itu penting, ibarat kita berjalan, adakalanya kita sedikit jalan nya miring, belok-belok, dengan adanya wejangan ini yg meluruskan kita kembali, membawa kita kejalan semula,
tema nya sederhana, tentang makna tersirat dari memancing.. ada apa dengan memancing???
nahh... seperti halnya manusia yg melanggar dan bagaimana malaikat menyiksa.. *apa hubungnannya dengan memancing?*
ibaratnya memancing, manusia di ibaratkan seperti umpannya dan yang memancing di ibaratkan malaikat
ketika orang yg memancing memasang kailnya, lalu ikan tertangkap.. oarng itu tak peduli betapa tersiksanya ikan tersebut,, begitupula dengan manusia yg melanggar malaikat ga peduli dia syapa, kaya kah miskinkah.. langsung ditark ke neraka.. ga peduli orang yang melanggar itu kesakitan lalu terluka..
lalu ikan yg berhasil di tangkap. ditusuk oleh kayu ato lidi, lalu dibakar.. *hal itu langsung bwt aku kebayang gmn ya dg aku.. ya berlumur dosa banyak salah, nyakitin orang, ska nolak perintah ortu, disuruh entar-entar aja..
lalu bagaimana aku tar disiksa, dibakar di panasnya neraka, jujur..ga sanggup...
ya.. sdekit oleh-oleh hari ini.. wejangan yg ga bgtu ngantuk , disampaikan dengan sedikit "gila" alias lucu bgt tp makna nya tetep ngena'
-mbee-
Langganan:
Postingan (Atom)